Albahjah Jamblang - Digitalisasi telah mengubah cara santri menyebarkan nilai-nilai keislaman. Jika dulu dakwah terbatas pada ruang-ruang majelis taklim, kini santri memanfaatkan media sosial seperti TikTok, Instagram, dan YouTube.
Salah satu pilar utama kehidupan pesantren adalah Adab dan Akhlak. Di era digital, tantangan terbesarnya adalah bagaimana menjaga etika saat berinteraksi di dunia maya yang cenderung bebas dan tanpa batas.
"Ilmu tanpa adab ibarat api tanpa kayu bakar, dan adab tanpa ilmu ibarat ruh tanpa jasad."
Santri diharapkan menjadi "rem" bagi derasnya arus informasi yang seringkali meninggalkan kesantunan. Digitalisasi bagi santri bukan sekadar alat, melainkan ruang baru untuk mempraktikkan akhlakul karimah.