Detail Artikel

Santri di Era Digital: Merawat Tradisi, Menaklukkan Teknologi

Albahjah Jamblang - Digitalisasi telah mengubah cara santri menyebarkan nilai-nilai keislaman. Jika dulu dakwah terbatas pada ruang-ruang majelis taklim, kini santri memanfaatkan media sosial seperti TikTok, Instagram, dan YouTube.

  • Konten Kreatif: Santri masa kini mampu mengemas hukum fiqih yang rumit menjadi konten video pendek yang ringan dan menarik.
  • Melawan Hoaks: Dengan bekal ilmu hadits (yang mengajarkan verifikasi sumber informasi), santri memiliki peran krusial sebagai penyaring berita bohong dan ujaran kebencian di internet.

Salah satu pilar utama kehidupan pesantren adalah Adab dan Akhlak. Di era digital, tantangan terbesarnya adalah bagaimana menjaga etika saat berinteraksi di dunia maya yang cenderung bebas dan tanpa batas.

"Ilmu tanpa adab ibarat api tanpa kayu bakar, dan adab tanpa ilmu ibarat ruh tanpa jasad."

Santri diharapkan menjadi "rem" bagi derasnya arus informasi yang seringkali meninggalkan kesantunan. Digitalisasi bagi santri bukan sekadar alat, melainkan ruang baru untuk mempraktikkan akhlakul karimah.

Al-Bahjah Jamblang

17 Apr 2026, 16:43